Gila, pengalaman gw kemarin nonton F1 Singapore itu enggak akan gw lupakan. Dan juga langsung gw cantumkan ke dalam list “100 Things To Do Before You Die” versi gue. Buat maniak F1 kaya gue, race kemarin itu beda dari yang lainnya. Bukan hanya karena menjadi bagian dari sejarah pertama kalinya F1 diadakan pada malam hari, tapi juga balapannnya sendiri pun enggak ngebosenin, full drama!

PS : Gallery Updated!

Gw sampai di Singapore hari Sabtunya dimana malam harinya diadakan babak kualifikasi. Sebenarnya tiket gw itu berlaku dari hari Jumat, tapi karena Jumat cuma ada free practice doang, jadinya gw coret aja, lumayan menghemat tinggal 1 malam di hotel, secara semua hotel di Spore saat itu harganya naik berkali-kali lipat.

Seluruh kota Singapore demam F1. Dari promosi-promosi di mall, cafe, restoran, taksi dan banner-banner di pinggir jalan, semuanya serba F1.

Orchard Road

Dimana-mana dijual berbagai macam merchandise F1 dan juga sepanjang jalan-jalan utama kaya Orchard Road juga berkeliaran manusia-manusia memakai baju team favoritnya masing-masing.

Untuk menuju ke Sirkuitnya kita menggunakan MRT lalu dari situ lanjut naik shuttle bus yang membawa kita langsung ke Gate sesuai dengan tiket kita masing-masing. Begitu sampai di dalamnya, disana banyak stand-stand merchandise, makanan, minuman dan panggung hiburan. Jadi sembari kita menunggu balapannya mulai, bisa nyantai-nyantai dulu disana. Cuma buat beli beer aja antriannya panjang banget.

View yang kita dapat

Seperti di post yang ini gw jelasin bahwa gw ingin nonton F1 ini udah lama banget, dan gw milih tempatnya di Turn 2 Grandstands, jadi persis di belokan ke 2 setelah garis start, jadi moment buat ngeliat mobil ngelewatnya lebih banyak, karena otomatis pasti semua akan ngerem waktu ngelewatin situ. Dan tempat itu cocok banget.

Tempat duduknya

Dari segi tempat duduknya, ya mayanlah, duduk 2 jam lebih enggak terlalu bikin pantat pegel. Tapi menurut gw sih agak terlalu sempit aja, apalagi buat gue yang kakinya agak-agak kepanjangan dikit. jadinya mentok sana sini hehehe.

Mungkin, kalau dirangkum dalam sebuah kalimat panjang, nonton F1 kemarin itu sensasinya seperti menonton F1 di TV dengan suara mesin mobilnya yang keras banget beserta udara yang berbau karet terbakar dan energi yang sangat besar terasa sekali di sirkuit tersebut.

Untuk masalah suara mesin mobil itu emang kenceng banget sih. Suara mesin F1 itu enak banget dan merdu kalau kita denger dari TV. Begitu juga kalau dengar secara live, cuma itu kuping enggak tahan banget setelah 5 menit terus-terusan, karena bisa merusak gendang telinga. Jadi kita harus sumbat telinga kita dengan ear plug yang di jual dalam Survival Kit seharga 2$.

Bahkan sampai kerasnya suara mesin, bokap gw yang mencoba ngerekam balapannya dengan Handycam HD enggak bisa, karena harddisk handycamnya jadi error terkena getaran suara mesinnya. Kacaw kan…

Pokoknya balapan kemarin seru banget, untuk ulasannya bisa cari sendiri di internet yah. Nah yang lebih seru lagi adalah setelah balapannya. Kita semua lari dari pintu samping menuju ke podium untuk melihat pemberian piala dan champagne spraying, syukur-syukur bisa foto bareng pembalapnya. Tapi sayangnya enggak hehehe.

Itu dari tempat duduk kita menuju podium itu sekitar 600m musti lari sepanjang sirkuit, dan supaya dapet fotonya musti manjat pagarnya. Intinya niat banget deh, tapi hasilnya sangat memuaskan hehe.


Cuma ngeri pagernya roboh aja tuh…

 

Dan seperti biasa…some pics :


F1 2008 Singapore Grand Prix Finish Line


Isi perut dulu sebelum pergi…nikmat banget…


Ferrari Fans


Id Tag tidak pernah lepas dari kalungan


Mempelajari sirkuitnya dulu supaya paham semuanya


Survival Kit : Earplugs and poncho = 2$ for charity


SL63 AMG Safety Car : HOTTIE!!!


The Team : Brother, me, bokap

 

Full F1 Singapore Gallery Click Here!

Pics by me & Adrian

 

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Technorati
  • StumbleUpon
  • Slashdot
  • Live
  • LinkedIn
  • Furl