Kemarin ini gw sempet ke Semarang lagi. Sebenarnya bukan untuk pertama kalinya, tapi gue udah 3 kali kesana. Biasanya cuma kerja doang, abis kelar itu langsung cabut lagi, jadi enggak sempet ngapa-ngapain. Nah, terakhir hari Minggu kemarin ini sempet mampir ke Lawang Sewu. Mungkin bagi orang Semarang tempat ini udah enggak asing lagi. Letaknya di bundaran Tugu Muda, gedungnya megah, angkuh, berwarna putih, dan mempunyai aura tersendiri.

Gedung besar itu menarik perhatian gue, lalu gue tanya gedung apa itu? Terus kata salah satu team yang menemani gue disana bilang kalau itu adalah Lawang Sewu, gedung tua yang udah enggak dipakai lagi dan terkenal angker banyak hantunya. Gokil!….gue langsung tertarik banget buat kesana dan ngeliat sebenarnya kenapa tempat itu mempunyai reputasi tersebut.

Lawang Sewu view dari dalam.

Lawang Sewu view dari dalam.

Jadi kata guide yang mengantar kita disana, gedung ini adalah gedung bekas kantor perkeretaapian alias PT Kereta Api Indonesia kalau sekarang.. Ada bagian gedung yang sudah dibangun sejak tahun 1900an. Mau melihat informasi lengkapnya lihat di Wikipedia Indonesia : Lawang Sewu. Btw Lawang = pintu, sewu = 1000, jadi artinya gedung yang mempunyai banyak pintu. Kalau Taman Lawang berarti Taman Pintu ???

Kita keliling dimulai dari tangga yang paling depan, seperti di gambar title. Ini bagus juga, sering dipakai shooting juga dan terakhir Ayat Ayat Cinta. Di belakangnya ada jendela kaca dengan gambar-gambar (istilahnya apa sih ? Ada yang bisa bantu?) ala gereja-gereja di Eropa. Keren banget dan jarang gue temuin di Indonesia, belum pernah malahan.

Klik untuk melihat ukuran lebih besar.

Emang bener sih, auranya beda banget. Sepi dan tenang. Tidak terpengaruh sama suara lalu lintas di depannya. Ada pekarangan yang luas dengan pohon-pohon yang besar dan rindang. Biasa dipake buat main bola sama orang-orang disitu.

Koridor atas yang terang

Struktur bangunannya sedemikian rupa sehingga membuat banyak ruangan di Lawang Sewu tidak tersentuh sinar matahari meskipun di luarnya terang benderang. Mungkin ini yang dinamakan kegelapan abadi (huhue serem abis…) dan juga membuat kita mempunyai perasaan/mood yang beda kalau kita menelusuri gedung ini. Sinar matahari sangat penting dalam pembentukan mood, makanya gue selalu membiarkan kamar gue dan tempat dimana gue bekerja kena sinar matahari langsung.

Koridor yang tidak kena sinar matahari

Koridor yang tidak kena sinar matahari

Setelah kita mengelilingi gedung di bagian atas, gue tertarik dengan selebaran yang menulis Wisata Bawah Tanah. Cool! Gedung ini bahkan juga mempunyai lantai basement yang dulunya dijadikan tempat penyiksaan dan penjara bawah tanah. Yang mengantar kita kebawah orangnya lain lagi, semacam guide khusus untuk menelusuri di bawah. Dan kita juga harus menggunakan sepatu boot karet lagi, karena dibawahnya tergenang air. Masing-masing juga memegang senter, karena dibawah lebih gelap lagi, kegelapan abadi total!

Genangan air di bawah tanah

Genangan air di bawah tanah

Guide Bawah Tanah

Guide Bawah Tanah

Perjalanan di terowongan bawah tanah ini seru banget. Guidenya bercerita kalau disini dipakai buat shooting reality show Uji Nyali. Dia bahkan juga kasih tau dimana kameranya diletakkan, pesertanya dan juga dimana hantunya muncul huehuehue.

Terowongan bawah tanah.

Terowongan bawah tanah.

Udara yang terasa sangat lembab dan panas, dikarenakan sepanjang terowongan ini tergenang air. Tapi kalau bulan kemarau biasanya kering. Banyak juga lorong-lorong kecil lain yang menyambung dengan gorong-gorong di bawah gedung lain. Cuma udah ditutup karena takut orang bisa kabur atau lari kesitu terus enggak keluar lagi dan jadi penghuni baru deh hueuhue.

Penjara Jongkok

Penjara Jongkok

Yang menarik perhatian juga adalah penjara jongkok dibawah situ. Jadi tawanan disuruh jongkok, terus atasnya ditutup dengan teralis besi. Udah gitu tergenang air juga di kakinya. Parah banget ya perasaan orang jaman dulu. Sadis. Mending buat sendiri, ini kalau enggak salah sampai 10 orang buat satu kaplingnya. Enggak dikasih makan, enggak ada sinar matahari, disitu sampai meninggal….ck..ck..ck.

Ventilasi ke arah lapangan tengah

Ventilasi ke arah lapangan tengah

Gue mikir juga ini bisa banget kehabisan oksigen dibawah sini. Soalnya bener-bener rapet dan satu-satunya aliran udara segar keluar adalah dari ventilasi-ventilasi kecil.

The Team

The Team

Setelah kurang lebih 15 menit kita muter-muter dibawah, akhirnya kita ketemu tangga menuju ke atas lagi. Pengalaman keren banget dan enggak gue sangka bisa gue jalanin. Gue masukin top 10 tempat di Indonesia yang pernah gue masukin.

Share and Enjoy:
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • MySpace
  • Technorati
  • StumbleUpon
  • Slashdot
  • Live
  • LinkedIn
  • Furl