Beberapa waktu yang lalu gw nonton Discovery Channel dan sepertinya lagi ada program tematik khusus tentang negara tetangga kita dalam beberapa kali tayangan. Not bad, kemasannya keren, dan menarik ya selayaknya program-program yang tayang di Discovery Channel emang keren-keren pastinya (salah satu channel favorite gw!).
Hanya yang bikin gw kaget adalah di dalam salah satu tayangannya isinya mengenai Keris. Hmm, gw pikir Keris itu cuma ada di Indonesia, tapi ternyata sampai di negara tetangga kita juga punya. Mirip2 juga kaya Keris yang di Jawa, Keraton dsbnya. Dan selain itu, juga ada tayangan mengenai Batik juga loh…
Disitu juga ada interview pakar pembuat Keris. Yang dibahas juga lumayan menarik, bagaimana dia mendapatkan Keris itu, dan jenis-jenisnya serta cerita yang terkandung didalamnya. Lengkap dengan animasi 3D yang memukau sebagai ilustrasi pelengkap cerita.
Juga ada tayangan gimana cara mandiin Keris dengan berbagai macam jenis peralatannya. Tapi pastinya yang dipaparkan adalah hal yang berhubungan dengan cara pandang Discovery Channel, dimana air-air yang digunakan untuk memandikan (membersihkan) Keris itu mengandung zat-zat yang bisa membuat bahan dasar Keris itu (baja?) menjadi awet dan semakin bagus kelihatannya. Ilmiah dan modern, lebih masuk dengan logika sebagian besar penonton Discovery dan generasi muda saat ini.
Apakah ini untuk kesekian kalinya identitas kultur bangsa Indonesia diklaim oleh pihak lain atau emang ternyata disana juga ada Keris dengan segala macem tetek bengeknya yang mirip dengan di Indonesia, gw udah capek ngedengerin dan mempermasalahkannya. Males debat sana sini tanpa hasil. Yang lebih gw perhatiin disini adalah strategi kita yang kalah hebat dengan negara tetangga dalam rangka pencitraan jati diri bangsa di mata international.
Kenapa mereka bisa mendapat akses untuk menyebarkan informasi mengenai diri bangsanya, terlepas dari keaslian kontennya atau bukan. Tapi yang pasti mereka telah berhasil menggambarkan kebudayaan bangsanya dengan menarik melalui saluran televisi kelas A yang ditonton oleh masyarakat internasional. Mereka bisa mengemas segala macam bentuk kebudayaan dalam bentuk yang menarik dan tidak membosankan.
Sedangkan Indonesia di dalam tayangan televisi internasional cuma sering muncul ketika ada bom yang meledak dan masalah teroris. Ironis.
Gw sangat hobi dengan culture dunia, dan salah satu tempat untuk melihat kebudayaan setempat adalah dengan datang ke museum.
Kalau boleh gw bandingin museum di Indonesia dengan museum di negara tetangga, sangat jauh tertinggal.
Dari cara mendisplay koleksinya, cerita-ceritanya dan juga events2nya pasti lebih menarik.
Di Indonesia kalau dengar kata museum kesan pertama yang muncul adalah berdebu, panas, tua dan membosankan. Meskipun kadang unsur seperti itu memberi efek flashback dan mistik yang lebih dibanding dengan ruangan dan display yang modern. Tapi ya balik lagi, berapa banyak orang Indonesia yang bisa mengapresiasi koleksi museumnya dengan tulus?
Apakah kalau kita ke Bali kita juga senang untuk meluangkan waktu melihat tari pendet, atau malah kita lebih senang santai di villa mewah dan tempat-tempat yang sedang hype pada saat itu, yang sebagian besar dikelola oleh barat?
Kalau ada pertunjukan tari/wayang di TV bukannya kita langsung mengganti channel tersebut dengan channel lain yang lebih menarik?
Tapi kenapa ketika kita sadar kalau hal yang jarang/tidak suka kita perhatikan itu diklaim oleh pihak lain langsung teriak-teriak?
Mungkin sekarang sudah waktunya bagi bangsa kita untuk berbenah diri membereskan masalah kebudayaan kita ini.
Kalau gw pikir sih, yang namanya budaya, seni atau apapun itu enggak mesti dikemas seperti yang itu-itu aja kaya di kartu pos ataupun katalog tour n travel.
Kita juga enggak harus punya “selera bule” untuk suka dengan kebudayaan sendiri.
Terus kenapa juga muncul istilah “selera bule” untuk beberapa hasil/produk kebudayaan negeri sendiri. Apakah “selera lokal” sudah begitu tingginya sehingga tidak mau sedikitpun melihat ke jati diri bangsa?
Sampe-sampe di luar negri yang memperkenalkan gamelan, pencak silat dsbnya adalah orang bule, bukan orang kita sendiri… hmmm..
Mungkin kita yang muda-muda ini punya cara lain untuk mengemas kebudayaan sehingga bisa disukai oleh generasi yang lebih modern dan kritis cara pikirnya.
Supaya kita-kita ini dan sebagian besar orang Indonesia lainnya ini menggunakan ciri khas kebudayaan kita dalam kehidupan sehari-hari sehingga benar-benar nempel sebagai citra diri bangsa. Dengan begitu kan pihak lain kalau mau mengklaim jadi mikir karena secara otomatis orang asing pun akan tau kalau itu budaya milik bangsa mana….
Yuk mikir yuk, daripada ribut-ribut ngehujat sana sini mendingan energinya kita pake buat puter otak supaya ada jalan keluarnya….




hai christ…
lama menghilang ya… koq dah jarang nulis2 lage neh …
busy banget ya ma kerjaan…
kangen christ ma tulisan2mu hehehe…
saban hari aq cek, tp br nongol skrg ya …
GBU
S7…
tp kl otak diputer2..pzing jg kn…;)
bwt ttg budaya kita yang di klaim ma malay…
geram juga sih dgrny krn bkn cm skali dua kali mreka kyk gini, udah bbrp kali ya, dan koq kayaknya respon dr indo cm “gitu” aja ya… cm kirim surat protes doank. harusnya pemerintah indo bisa melancarkan aksi yg lebih oke hehehe…
jujur sih.. indo emang kurang care ma budaya sendiri. kita ini sbnrny kaya akan budaya, cm ndak bisa ngerawat itu loh.. yg bwt jengkel..
enaknya gmn ya christ ya ? mikir sih gampang, cuma aksinya yg susah wakakaka…^^
males juga sih ribut ma malay.. secara aq jg sring ke sana gitu hihihihi…^^
y emang butuh kesadaran dari kita sendiri aja dulu utk bisa sadar akan budaya indo yg ada dan bisa melestarikan / memamerkan ke negara laen…
chayo indonesia … !
GBU^^
setuju…..!!! aku pikir kita ga cuma hanya teriak2 menghujat negara tetangga itu kalo emang kita sendiri ga ngapa2in… teriak2 doank mah ga ada gunanya…. uda saatnya buat kita untuk bertindak… dan bukan cuma sekedar menyalahkan pemerintah atas kelambatannya menangani masalah ini…..
gw ingat lu pernah nulis tentang “meluncurkan situs besar”, gimana kalo itu aja? situs yang mendokumentasikan budaya dan sejarah indonesia? tapi basis komunitas. format wiki juga boleh.
Hi2… iya nih gw jg dah kangen bgt nulis, cuma waktunya skrg ini gw lebih banyak habis buat persiapan hal besar lainnya hehehe…
Coba deh iseng check http://www.subtube.com dan http://www.subtube.com/blog hehehe itu yang sedang gw menyita waktu gw banyak :p
Hi Tian..wah agak lama berlibur…. kalo bicara ttg kebudayaan bisa dibilang antara 3 negara indo, my & sg emang ada banyak persamaan nya..sedikit perbezaan mungkin dari group ethnic nya aje…
Seperti keris, wayang kulit, batik, kuda kepang dsb..suatu kesenian yg bisa didapati di negara2 tetangga kamu…besar kemungkinan asal kebudayaan ini sememangnya dtg dari Indo samada dibawa masuk ke negara2 berkenaan ato dipelajari dan dibawa pulang buat implementasinya..
Sebenar kalo diliat Indonesia adalah negara yg punya dan kaya dgn pelbagai kebudayaan dari berbilang bangsa
dan sepatutnya harus berbangga dgn kesenian yg dimiliki dan harus dilestarikan supaya menjadi suatu identiti buat paparan di mata dunia.
oohh.. pantes lama menghilang.. lg mengelola web baru nih.. :p kesampean juga ya cita2nya.. good luck terus, tian!
utk kasus ini, gw agak setuju dan ga setuju ama lo.
gw setuju soal yg lo bilang, “kenapa ketika tau ad ayg dicuri baru teriak2, sedangkan selama ga ada apa2 kita seolah2 ga peduli dan bahkan ga tau kalo itu milik bangsa kita” miris, tapi itulah kenyataannya. ketika tau ada yg dicuri, kita baru peduli, tapi jika ga ada kejadian apa2, kita anteng2 aja tuh..
tapi gw ga agak setuju-nggak setuju soal yg “bangsa muda mengemas budaya menjadi lebih menarik” memang sih, pemuda pemudi sekarang itu lebih gaul dan ga terlalu memedulikan kebudayaan asli bangsanya, sehingga utk menarik minat mereka ya kita harus membuat sesuatu yg sesuai dengan keinginan pemuda pemudi zaman ini. mengikuti perkembangan zaman jelas wajib hukumnya..
tapi, yg ditakutkan adalah ketika kita ”mengubah” kebudayaan utk menyesuaikan diri dengan anak muda zaman sekarang, takutnya kebudayaan asli itu akan menghilang..
sedangkan utk wisatawan, budaya asli kita itu sesungguhnya sangatlah amat menarik, itulah mengapa banyak juga bule2 yg concern banget sama budaya kita dan senang menunjungi museum2 kita yg sayangnya tidak terlalu dipedulikan bangsa kita sendiri.
akhir kata, gw setuju sama lo, daripada debat sana sini narik2 urat bikin cape mulut, mending kita sama2 muter otak supaya gimana caranya budaya kita bisa diterima dan disukai bangsa kita sendiri, tapi juga tidak melepas peluang kepada bangsa lain untuk tetap menyukainya – karena kalo kita mengubah budaya kita menyesuaikan dengan anak muda zaman sekarang yg otaknya udah ”bule-ish”, bule2 ga akan menemukan sesuatu yg spesial dalam budaya bangsa kita.
museum indo emang berdebu panas dan tua sih. tapi ya dalemnya gk jelek2 bgt. seru juga buat d jelajahin. cuman ya panasnya itu yg bkin gk nahan.
ngmg2, itu keren bgt ya venus fly trap. beli ya bibit+kotaknya? terkagumkagum. haha
Wah2….jadi berkebun rupanya Tian…mangstap….jangan lupa kalo dah muncul bunganya, diberi pake DSLRnya…hihihi…penggemar motret bunga juga kan Tian?….n…wah2…mengarah ke Vespa neh…mangstap….di foto juga Tian tuh Vespa dan geng Vespanya…dijamin seru2an…hehehe…ditunggu selalu yah updatenya….tuh fansnya langsung pada berkangen2 ria…..(“,)
regards
Yossie3660
ah wah setuju bgt sama kata2 nya tian. emang yg seharusnya bangsa Indonesia lakuin adalah berbenah diri. ngga cuma marah-marah dan kesal sama Malaysia..
btw, kangen juga baca tulisan tian. sering2 update dong hehe, eiya kapan muncul lagi di tv?
hi kak tian, welcome back ! Skrng mank lg panas2nya brita budaya indo yg diambil negara tetangga.
Pantesan udah lama gak nulis, Tian. Ternyata sibuk sama tanaman unik itu=)) Gue baru aja tanya E, “Tian kenapa udah lama gak update blog?”, tahu2 pas buka blog ini udah ada. Panjang umur deh…
Kalo di pikir2, lama2 kita bisa perang dingin ama Malaysia gak ya? Gue baru balik dari sana dua minggu lalu, pas ke Pasar Seni nya, di sana banyak banget di jual pernak-pernik yang mirip2 souvenir di Bali. Topeng2, ukiran kayu, batik, dsb. Terus baru aja dengar berita ttg lagu kebangsaan kita di plesetin, udah bisa dikatakan melecehkan Indonesia.
Tapi bener kata lu, Tian. Daripada sibuk debat sana-sini, ributin ini punya siapa itu punya siapa, lebih baik kita cari jalan gimana caranya memperkenalkan budaya Indonesia di mata Internasional. Sebenarnya banyak cara udah di tempuh sih seperti pasang iklan tentang pariwisata Indonesia di luar negeri (kalo gak salah di Malaysia ada tayangin iklan tentang Ancol), mengirim duta indonesia untuk menarikan tari-tari tradisional kita keluar negeri, mengekspor produk-produk handmade Indonesia, kalau gak salah gue pernah ntn berita tentang hutan di Kalimantan (di discovery channel bukan ya? Lupa…), dsb. Dan satu lagi, benar kata Nadia, kita harus memulai semua itu dari diri kita sendiri^^
Btw, Tian, pas ke Bali gue luangkan waktu satu jam-an untuk nonton tari Kecaaaakkkkk…! *bangga* Dan di sana hampir semua penonton dari luar negeri, rasanya kayak kita yang ada di negeri mereka. Tapi bangga sih, berarti mereka menghargai dan menyukai budaya Indonesia kan? =)
Ayo cintai negeri kita!
“Apakah ini untuk kesekian kalinya identitas kultur bangsa Indonesia diklaim oleh pihak lain atau emang ternyata disana juga ada Keris dengan segala macem tetek bengeknya yang mirip dengan di Indonesia, gw udah capek ngedengerin dan mempermasalahkannya. Males debat sana sini tanpa hasil. Yang lebih gw perhatiin disini adalah strategi kita yang kalah hebat dengan negara tetangga dalam rangka pencitraan jati diri bangsa di mata international.”
mengenai tlsan yg ini ka, pendapat gw pribadi lbih ke kesadaran org Indonesia itu sndr yah (trmsk gw pastinya), mksdnya gini -> kita sndr aja jarang membudayakan hal-hal ttg Indonesia dlm arti klo lg booming aja lah palingan br dipake ky batik gt, liat aja skrg uda jrg bgt yg ngmgin batik..
gw sndr jg sempet stres liat komen di fb sana-sini protes knp negara tetangga claim ini-itu yg di Indo punyanya dia, tp emang krn kita sndr yg ga perna py waktu buat mikirin gmn caranya buat patenin ato kenalin budaya kita dgn cara yg pantes..ada lah pasti misalnya lwt peragaan busana gt, lwt film2 silat yg uda jarang bgt tp ga se-getol mereka yg ky kk bilang bisa menarik bgt presentasinya lwt Discovery Channel yg mana yg bs di liat mata dunia..
hmm..jd tmn2 ayo mulai skrg lbih di pikirin gmn baiknya kita bisa kenalin apa yg emang punyanya kita, drpd berkoar sana sini tp tetep ga melakukan apa2 hehehe..
ka Tian, gmn kbrnya? hi2..
hmm..I”m a dentist now officially^^ sng bgt ka..hehhe
oia semlm gw mimpi lucu bgt..ka Chae jd ky ahli mistis gt n kk jadi asistennya hehe..critanya gw di kutuk gt sm nenek2 n kebetulan ada kk be2 jd gw lgs konsultasi gt..camen d hahahaha..
good life, good luck for ur webstudio yah ka^^
oia ka, just so u know..I”m glad to know u”re posting again..^^
Thanks Tian akhirnya ngeblog lagi dan udah kangen juga ama tulisan lho.
sorry, ada yang bisa kasih tahu gua apa itu tanaman karnivora. Maklumlah gua enggak ngerti ama tanaman2 yang aneh.
itu dia, kenapa bangsa kita ga menghargai kebudayaannya sendiri. Generasi mudanya juga begitu.
Kalo menurut gua, kunjungan ke museum itu kudu musti harus wajib tiap sebulan sekali.
pengenalan kekayaan kebudayaan Indonesia juga seharusnya dibuat dalam 1 kurikulum pelajaran khusus di sekolah.
itu doang sih yang baru terpikirkan…
as always, you are COOL!
Bener,drpd nyalah2in orla, mari kt instropeksi diri dn cari jln keluarnya.. Mnrutku nilai2 bdy bgsa hrs dan wajib d tanam kan mulai dr pndidikan dasar spi akademi, kmdian d pemerintahan byk yg hrs d lakukan,mengawasi hak cipta, mrawat+lindgi cagar budaya, mmperhatikan ksejahteraan penjaga,pengawasan brg kluar negri(kasus buku2,arca2, brsejarah kt d museum negara orla),dll.. wah byk+brt bgt tgg jwbny ya..trus spt komentku yg dl, ak msh jagoin Tian jd mentri kebudayaan kita, serius niy:-)moga aja,he5:-)
Tian………udah nunggu postingan baru kamu nich
mucul jg akhirnya…..
iya jg yah kalo dipikir emg kebudayaan indonesia udah bnr2 jd selera bule
jujur, gw aja plg males kalo disuruh liat wayang dll
hehehe………..
good post from you Tian….
mata gw jd terbuka(nyadar) gara2 kamu Tian
moga aja gak mata gw aja yah, tp yg laen jg ikut nyadar
trus kabarnya sang istri gimana Tian?
nabungnya sdh jd blm?
hehehe……….
akhirnya Tian ngepost juga , setelah sekian lama dan sekali ngepost bahasannya pas banget.
tian, koq skrng jarang bgt nulis ya., kangen bgt tau gk sih., kpn sinetron barunya ada lg., kangen nih pgn liat tian d tv lg., hehe.,
Hi Tian dan teman2 dari Indo,
it”s been a while since you last update your blog. Kangen nih…i”m always interested to hear what you have to say about things.
ehem..ehem…i think i know which Discovery Channel program you”re talking about….and I”ll tell there will be more of that since it”s the Merdeka Month. Disc Channel will have a series of “Malaysian Achievements” or so they say…..
Well, I kinda agree and disagree with you on the keris/ culture claiming thing and how Indo is lacking in culture appreciation.
First of all, I am a BIG fan of Indonesian culture and design. I always thought Indonesia got it right in terms of appreciating and living up to your culture/ heritage. Look at you fashion and architecture. Everything has the Indonesian identity. I had the impression that you guys are VERY proud of your heritage. And I have always told people that one thing Indo is different is that you don”t have separate races..everyone speaks and identify themselves as Indonesian (although you are chinese, javanese, minang or watever) Unlike, malaysian who will at one point still refer themselves as Indian, Chinese or malay (that”s just the sad part)
Another view of mine is that, relatively, MOST people will think other people”s culture better and that”s a FACT! I personally always look up to Indo for designs and culture and Singapore for their modern and civilized culture (museums, zoo and theater are the best in Asia). Even I have only been to the Muzium Negara once in my life, at 4 years old. I think Malaysian museums sucks
I”ve never been to your museums so i can”t compare
But that does not mean I lost all hope in my own culture.
I guess I feel Malaysians just do not appreciate their culture enough to bring out the right culture out. But instead prefers to take the short cut and take/ adopt the culture that is popular;
( you cannot imagine the amount of Balinese spas they have here!!)We have our own herbs but because that”s the NORMAL, so people are not excited about it. So i guess, that”s how you feel about how you think young Indo are not appreciating the culture enough.
Though, I have my own view about us having batik and keris here in malaysia. I don”t remember any claim that Batik and keris ORIGINATED from Malaysia. Its just we have our own version of the keris and Malaysian batik and it has been used in our culture for the longest time since the opening of Tanah melayu. So i guess its not so much of stealing. But because its been always in our culture/ lifestyle that WE perceive and pressume that it”s part of our culture.
if we look back at history, most of us in South east asia originated from the same archipelago (Philippines,indo,malaysia). we share the same language-base; malay/nusanatara or whatever u want to call it. so our ancestor travel and exchange culture/ideas through their travel/trading/dakwah trips. so really, who to say that phillipinos”s tagalog that has some malay words is copying the language in indo and malaysia right?
Like there”s chinese silk, thai silk, vietnamese silk…each silk originated from the specific country. It COULD be inspired or influenced by a Specific culture.
so ya,i totally agree that every citizens of ANY country should respect and love their own culture.
Jgn ribut2 donk…kita di Malaysia juga permasalahannya sama…mungkin Malaysia lebih AKTIF ya dari segi promosi kebudayaanya di mata indonesi..ya original atau gk
tapi kamu di Indo harus bangga donk kalau tahap kreativitas kamu jauh lebih advance dari Malaysia…filem kamu, lagu, klip video..pokoknya semua bagus deh…
Halo2 semua, welcome back hehehe, seru nih komen2nya…
Iya sih intinya skrg ya gimana kita sebagai satu keseluruhan mengelola budaya kita sebagai kesatuan yang utuh, jangan terpisah2kan oleh nama2 besar corporate hotel chain dunia, yang mereka lebih mengklaim itu tempatnya… seperti pulau2 yang skrg lagi rame itu hehehe. Tapi harus di promote sebagai satu kesatuan visit Indonesian year juga kali ya, kaya jaman dulu tuh hehhee…
Bener banged….. kita perlu strategi…. pasti entar ujung2nya masalah $$ tapi orang2 tuh harus ngerti klo mo hasil yang baek kudu naro investasi yang berarti…..
Kudu pinter2 bikin promosi pake segala cara kayak Obama… dari mailing list, facebook ampe twitter ada…….
Gue sempet tinggal di luar negri pas SD n SMP and pas waktu itu banyak banged kesempatan gue untuk promosiin Indonesia dari nari daerah, nyanyi pas hari kemerdekaan, representasiin Indonesia di jamboree pramuka….. brasa banged klo gue tinggal di Indonesia gue ngga bakal ngelakuin itu semua….bangga banged ama yg namanya orang Indonesia dan kekayaan kita baik di budaya dan kekayaan alam…….
btw… Congrats n Good Luck yah buat subtubenya… beda banged sitenya skarang dibanding taon kmaren…..:))
tian..apa kabar??? dah lama ga muncul n ga update blognya…sibuk ya…hehehe
kalo soal ngambil-mengambil kebudayaan orang kayanya emang negara tetangga dah ahli ya, sampe2 ga habis pikir bagaimana mereka bisa sampe sebanyak dan semudah itu ngambil hasil karya bangsa lain yang udah tumbuh sejak ratusan ato ribuan tahun lalu..
salah bangsa kita juga sih, kebanyakan juga mikirin hutang n mikirin teroris asal negara tetangga yang bikin onar di negara kita. terlalu banyak yang cuman mikirin harta kekayaan dan tahta…tapi lupa sama bangsa sendiri yang udah bikin mereka kaya…
sbnrnya visit Indonesia 2009 kali ini alamin peningkatan ga sih ka?
mksdnya gr2 bom gt n travel warning dr luar jg masi ada aja buat para wisatawan, kynya mnrt gw ga gt efektif yah..mnrt kk gmn?
btw vote for pulau komodo yah zwieners..
http://www.new7wonders.com/nature/en/vote_on_nominees/
nice day all^^
ironic tho”..
waktu gw masih di indo, gw pernah bilang ke beberapa orang.. kenapa kebudayaan indo sering di curi ama negara tetangga.. how can they get away with it, just by that.. pertama gw pikir mungkin mereka punya budaya yang hampir sama, tapi kalo di perhatiin it”s exactly the same.. kenapa departemen kebudayaan gak lebih melindungi culture indo, ato gak patenin kek, apa government indo terlalu sibuk ama curi² uang negara and rakyat a.k.a korupsi??.. hehe
Masalah “selera bule” well, banyak bule² yang suka ama negara dan kebudayaan indonesia. And gw sendiri have to admit, indonesia punya kebudayaan yang sangat banyak dan unik.. kalo gw boleh jujur dan dari point of view gw, ini salah masyarakat indonesia sendiri (gak semuanya sih), tapi kenapa masyarakat indonesia gak mencintai kebudayaan mereka sendiri, sebagai warga negara indonesia, and i speak for generasi² sekarang, kita harus melindungi kebudayaan kita dan kita harus terusin tradisi² yang udah exist sejak nenek moyang kita, ”cause that”s what makes our country unique and hopefully different from the others. Come on guys, u can do it..!!!! (buat temen² yang blm tau, gw sendiri asli orang Indonesia. tapi dah seumur hidup tinggal di belanda.) walaupun gw jauh dari negara asal gw dan gak tau banyak ttg negara indonesia tapi gw ttp peduli ama negara gw, dan ttp mencintai negara, dimana gw lahir..!
waktu masah SMA gw, gw pernah ke parlemen dan departemen² yang ada di belanda, ama semua ketua² osis dr seluruh SMA di belanda. dan gw sempat bicara ama menteri deplu belanda, dan dia pernah bilang ke gw “Indonesia, itu negara yang sangat bagus dan mempunyai kebudayaan yang unik. Tapi sayangnya orang² Indonesia yang tempatin negara itu yang gak bisa ngerawat dan lindungin negaranya” (translationnya agak susah nih:p) tapi apa menteri itu bilang, gw gak bakalan lupa, and to be honest, gw agak setuju ama dia.
Yang gw juga sayangin, kenapa negara tetangga kita punya iklan yang di broadcast ke seluruh dunia, tapi kenapa indonesia gak mempunyai iklan tentang negara dan kebudayaan kita. iklan yg gw maksud “Malaysia, Truly Asia” ada yang pernah lihat gak???
well guys,
sekarang kita tahu, what we need to do, so let”s start to make a difference for your own and for your country sakes..
That”s all folks..!
Para pemegang amanat negara kita pada sibuk korupsi, manipulasi dan kolusi sih jadi kepentingan bangsa yang seharusnya di urus, malah sibuk ngurus kepentingan “kantong” sendiri, apa jangan2 mereka emang ga cerdas apalagi berkemampuan mengolah kekayaan budaya maupun hasil bumi Indonesia untuk kepentingan rakyat INDONESIA, bukan rakyat negara tetangga2 kita.
salah satu contoh yg keren nih dr anak muda kita, Saykoji..
http://www.youtube.com/watch?v=OjcNPpKRI6Q&feature=channel_page
Hi Christ, sudah bbp lama aku baca article² ny, dan aku lebih tertarik dengan article ini tentang budaya indo.
Saya bukan orang indo tapi perancis, cuman belajar bahasa indo sama ibu saya.
Memang saya merasa sayang sekali melihat orang² indo kurang ,dan bisa sampai ga pernah, perhatiin budaya mereka sendiri. Masih untung ada kedutaan² dan konsulat² indo di luar negri supaya bisa mempromosikan budaya indo d luar negri. Tapi kalau di indo kok malah ikut² budaya bule. apa budaya orang bule ? tidak ada = 0. Coba ya kalau orang indo lebih perhatiin budaya ny sendiri pasti akan ada effect ny, budaya unik seprti budaya indo itu sebenarny termasuk kekayaan negara. Itu big + dari pada negara yang lain.
Anak² muda sekarang tidak bisa melihat kekayaan budaya indo, mereka cuman bisa mengikuti budaya lain dari media². Jadi orang² seperti Christ yang bisa mulai menginget budaya indo seperti article ini, kenapa tidak pas di interview, di dalam film, sinetron, dan banyak cara² yang lain…
Di luar negri banyak yang berjuan supaya budaya indo tidak di lupakan. Saya termasuk orang² itu. Bukan cuman supaya indo terkenal apa gimana, ekonomi dan developmen negara juga bisa lebih baik kalau inget budaya. Dari situ negara yang lain bisa tertarik dengan indo.
mudah²an bahasa indo ku ga terlalu kacau dan masih bisa di baca.
Christ, coba ya anak² di ingetin supaya negara mereka lebih baik lagi dari sekarang di masa depan dan lebih maju lagi.
A bientôt.
Blessing in disguisenya kita langsung kesengat listrik, lebih naruh perhatian ke kebudayaan sendiri, mau pake batik lagi tanpa ngomel2 itu hanya untuk bapak2/ibu2.. mudah2an sesuatu yang baru dirasakan berharga setelah nyaris ”terambil” memberi pelajaran bagi kita semua untuk lebih cinta budaya negeri kita.
Hi Tian,
My 2 cents worth about the ”selera bule”. No offence yah, but you can”t really blame the young generation for preferring western culture/ stuff. I mean first of all, look at the sinetrons. majority if not all of the main hero/ heroins are like part-dutch/german/English or a mix of something..hehehe like you
The image to international audience is that ALL Indonesians looks like that and to locals maybe THAT is considered as beautiful and preferable.
And on the other hand too, due to history, you have mix-marriages especially with the Dutch/Germans right? so, indirectly, you have all these other western elements/taste affecting the lifestyle and way of thinking.
mudah2an museum kita bisa diperbaharui lagi jadi banyak orang2 senang dan datang ke museum, kalo perlu bikin event2 buat meramaikan museum, entah lomba masak depan museum atau konser musik dekat museum jadi bisa ngenalin masyarakat sama museum, jangan mall melulu hehehe…. piss*
Indonesians are famed for your cool and creative video clips and movies. I see a whole bunch of Indo students in Lim Kok Wing Uni taking photography and Media. What you guys should do is get all this creative students and established directors to create a short movie ( like 3- 5 minutes) on anything Indo.
last year we had a competition on anything Malaysian. So you get ppl doing a movie on boat making. And if you watch Discovery Channel, the short documentary on the istallation of a Malay King was one of the winners. That”s how Disc Channel gets stuff on Malaysia. So you guys should do that too and create cool videos on indo.
By doing that, you can get a local viewpoint on what is Indonesian (whether to put claim your culture or lifestyle) and tell it to the world. Put it up on youtube. As a lot of you guys said, so many things Indo but nobody knows right?
That would be awesome!
gw SETUJU banget !!!
Hmm…..harusnya kamu jadi duta pariwisata Departemen BUDPAR Republik Indonesia.
Gimana caranya ngusulinnya ya?
yupz…gue stuju bro…
permasalahan yang kita hadapin ini perlu kerjasama semua pihak…bukan hanya Dinas Pariwisata sebagai departemen terkait, tetapi juga semua unsur didalam pengambil kebijakan,okiey bro selamat berkreasi…
aku setuju bgt sama pendapat kamu. sekarang kalau dipikir-pikir budaya india, china di hampir semua negara di dunia ada, tapi mereka gak ada ribut-ributnya. kenapa? karena semua orang jg tau kalau itu budaya india or china. karena org india, china sangat mencintai, melestarikan, dan menjadi gaya hidup mereka. so… hw about our culture????
Hi Tian,
My 2 cents worth about the ''selera bule''. No offence yah, but you can''t really blame the young generation for preferring western culture/ stuff. I mean first of all, look at the sinetrons. majority if not all of the main hero/ heroins are like part-dutch/german/English or a mix of something..hehehe like you
The image to international audience is that ALL Indonesians looks like that and to locals maybe THAT is considered as beautiful and preferable.
And on the other hand too, due to history, you have mix-marriages especially with the Dutch/Germans right? so, indirectly, you have all these other western elements/taste affecting the lifestyle and way of thinking.;. All the best!!
Klo menurut gw nih y, klo soal pemerintah, bagian yg plg salah adalah, mrk mengerahkan uangnya bermilyar2 buat olah raga, trutama sepak bola yg hasilnya NOL besar bgt. Pdhl Indonesia kan orgnya kreatif2, trs pinter2. Knp mrk g ngerahin ke seni dan budaya aja. Coba klo gtu kan kita bs punya dana yg besar buat iklan2 ato apapun untuk menyebarkan budaya, G ush deh ngegapai tujuan yg g mampu
hey kak tian. hmm.. nice opinion i think your blog right now. setuju sih sama opininya. setuju bgd malah.
)
)
)
emang para pemuda pemudi kita jaman skrg rada kurang care sama kebudayaan kita. yaa walaupun di sni which is i”m a part of them. but i dont like being like them. yaa maybe you know what i mean. like you have told before in here, gaya hidupnya yg cenderung ke mengikuti bule. krn klo dari yg aku liat nih ya, mereka bergaya kyk gtu krn mreka menganggap gaya sperti itu lebih keren. lebih terlihat terpandang. gtu sih klo yg aku liat.
klo aku sih lebih suka ngliat culture2 indonesia. krn menurut aku itu lebih menarik.
pernah ke pikir ga, knp sih kita lebih suka pergi liburan keluar negri? knp? apa khidupan di sana itu lebih banyak manfaatnya dari pada berlibur di dalam negeri sndiri? dan bukannya dg itu kota propinsi yg kita kunjungi kan jadi ada pemasukan daerah jg kan. kan jd lebih ngbantu.
negara kita ga kalah indah kok dari negara luar. dgn sgala macam kehidupan yg masih pedesaan. mnurutku itu malah buat kita belajar lebih. bisa ngbuat kita jadi lebih menghargai keindahan negara kita sendiri. oh, come on man, buka mata lebar2. Indonesia ga cm punya Bali yg indah. masih ada banyak kota2 di negara kita ini yg punya view lebih indah. ^^
dan soal kemasan budaya kita yg kurang bagus. hmm.. emang sih negara kita masih kalah. tapi suatu saat nanti, mgkn kita bisa lebih oke dan mgkn jg bisa ngbuat negara2 lain terkejut dg perubahan kita.
oh iya, aku jg sedih bgd pas tau komentar orang2 bule yg mgkn pd blm tau banyak soal negeri Indonesia. aku kan kadang suka chatting di http://www.omegle.com <~ itu bisa chat sama orang2 di berbagai negara. tiap kali aku chatting dan ngaku orang indonesia, sedihnya itu kita langsung di disconnect. jd mau ga mau, klo mau punya knalan dan jadi tmn baru dari berbagai negara,kita harus ngaku2 ada keturunan bule. haha. that''s so funny when i do that. at the first time i was wondering why they always like that when they knowing from where i am? and finally i got the answer. they said, that Indonesia is full of bom and terrorist. they''re afraid. malah ada juga yg benci. huuuaaaa… sgtu buruknya kah negara kita di pandangan mereka?
apa ini semua jg karna ulah si noordin m top itu ?
udah ah cape.
btw, tanamannya keren tuh! beli dmn kak?
No comment aja about Malaysia, buat apa perang kalau nggak ada 1 orang Malaysia yang hipokrit di depan gw, mendingan nambah teman2 baru dari Malaysia, Thailand, Vietnam, Myanmar, sama India, itu kan seru juga Le:)
hmmm permasalahannya gini mas…… beberapa waktu ini sepertinya malaysia gencar banget membuat negara kita marah mulai dari kasus pulai sampai dengan kebudayaan yang mereka klaim terus…… lalu juga sikap bos SBY yang adem ayem….. so timbul pertanyaan
1.malaysia negara kecil kok berani y nantang2 indonesia
2.apakah sikap nantang2 indonesia ini karena dari pihak asing yg bener2 menginginkn peperangan cz jk indonesia mulai perang maka yg di cap sebagai negara penyerang tentunya indonesia n di belakang malaysia ada inggris so pasti inggris bakalan punya alasan utk membantu……….
yah tu hanya sekedar pemikiranku aj
salam
cool tian….
agree wid u,
uhhh.,,,akhirnya kak tian ngeposting age,,,seru nweh,, aq dah kangen buangetzz,,oia kak tian aq gag?? se7 buanhrtazz ma negara tetangga kita yang semaunya enak cndriii,,,how are you to day kak tian,,,
Mampir Tian..salam kenal dariku..
salam blogger..
haii,, kak tian kmana aja cweh,,oia kwok baru nongol ceweh,,uhhh kya_y ke enakan punya istri yua,,,,jd lupa dweh ma fans-fans-y kak tian,,,ehmm aq twuh ngeliat kak tian kya_a peduli buanged nweh,,ma negara kita tercinta,,,thanks yua dah mw ngeposting age,,SUMPAH aq kangen buanged ma tulisannya kak tian,,,good luck
selamat malam bang
wah keren tata cara postinganmu bang
salam hangat sellau
salam persahabatan
hmmm… I”ve been trying to understand why it is such an issue about Malaysians claiming Indo”s culture and heritage as theirs…
don”t we all know that a vast majority of malays in Malaysia are originally from Indonesia??? eventhough the malays call themselves malays, but in Malaysia, these people are a mixture of jawa, minangkabau, aceh, menado, batak, bugis, etc etc…
so is it any surprise that these Indonesia originated people claimed the culture theirs when throughout history it has always been their culture which has been passed down from their ancestors over the time???
I apologize if I offend anybody… but the way I look at it is the culture doesn”t belong to a particular country, but rather a particular group of people no matter which part of the world they reside.
an Indo who”s been staying for generations in the western world would still consider gamelan, kris, etc as their culture… so would you say that juz becoz they have become Americans they can never claim the cultural things mentioned above as theirs???
please seriously think about this…. in fact a huge number of malaysian malays still have relatives in Indo… we are the same people!!!
Tianz tuh klo di liat2 senyumnya mirip ma lee min hoo…
hahaha……..
itu yang artis korea selatan yang agy naik daun..
bedanya…..
tianz = senior
minho = juniornya…….
hahahahaha…….
Yup. Seharusnya kita yang berkaca melihat bagaimana respon kita selama ini terhadap budaya sendiri. Gw sendiri merasa sedih ada sloga “I hate Malaysia”. Apakah ngajak benci bangsa lain itu sebagai cara menunjukan kekuatan kita. “Hate” bukan solusi tetapi “Introspect” itu solusi! Indonesia Bangkit! salam kenal! Jesus Love U!
hallo tian….
seru banget nih….sekarang mulai dari diri kita masing2 untuk menjaga semua yang kita punya
ga kebayang gimana hidup generassi2 dibawah kita kalau kejadiannya seperti itu….gimana mereka yah 
ayoooo…..majukan indonesia…kita pasti bisa
tian selain sibuk sama penemuan barunya, sibuk apalagi…dah ada film atau sinetron baru belum..???
Hezz: My point exactly !
Tian: Msh mencari filem RASA. Gk ada di Malayisia nih. Di Indo sudah keluar DVD/VCDnya gk? Any tips on how to get hold of that movie?
ass…
k’ aku makin ngefans dech ma k2k’… dr tulisan2 k2k’ yg udh sering bgt aku baca tercermin bgt kalo k2k’ tu punya pemikiran yg intelek bgt! k’ bukannya aku mau carmuk tp itu ju2r pndapat aku ttg sisi intelektual k2k yg TOP BGT.. K’ rjin2 nge pst tulisan2 k2k’ ya.. aku slalu nungguin lho..
wass..
emang dh gw demen liat wayang. urusan klaim mengklaim it’s iyuuuuhhhhh…..
salam…yang sebenarnya kebudayaan itu sememangnya sudah berada disini dan diamalkan sejak turun temurun lagi..jadi tidak timbul isu klaim-mengklaim kerana sememangnya indo-malay mempunyai akar sejarah yang panjang..lebih lama drpd kewujudan indo-malay itu sendiri..harap rakyat indo faham ye?
coba datang ke museum bank mandiri di depan stasiun Kota. satu2nya museum yg menurut gw cukup terurus dan keren. bahkan petugasnya bener2 niat ngebersihin (baca: ngepel) lantai museum pake bahan pembersih khusus.
Leave a Reply