Waktu hari Jumat kemarin ini tanggal 22, gw balik dari Bali menuju Jakarta naik Garuda GA409 Airbus A330 – 300 dan ada sedikit pengalaman yang bisa gue ceritain. Selama penerbangan sih santai dan normal-normal aja dengan ada sedikit turbulence. Landing juga smooth, tapi begitu pertama kali pesawat ngerem setelah landing, yang pastinya dari kecepatan yang sangat tinggi, sambil belok ke kanan tiba-tiba pesawat kaya berhenti dengan kasar yang membuat semua penumpang menjadi kaget. Ya enggak ada kejadian yang sampai bikin panik dan gimana-gimana banget. Setelah itu pesawat berhenti terus di posisi itu selama kurang lebih 15 menit. Kemudia pilot menginformasikan bahwa ada kesalahan teknis dengan hidrolik rem dan tidak bisa melanjutkan perjalanan sampai menuju tempat parkir pesawat, jadi kita harus menunggu mobil yang bisa menarik pesawat menuju tempat parkirnya.
Selama kita nunggu pilot berulang kali menginformasikan bahwa tolong jangan menyalakan HP dulu karena akan menggangu signal navigasi dan komunikasi. HP baru boleh dinyalakan ketika sudah masuk ke terminal. Prosedur standard penerbangan. Tapi anehnya, dan emang menurut gw ini masih banyak orang yang emang kurang terbiasa mengikuti peraturan yang efeknya kalau dilanggar enggak berimbas langsung dengan dia. Sering banget gw liat orang masih main-main HP ketika pesawat sudah / masih bergerak. Kemarin ini juga ada bapak-bapak yang mungkin enggak ada kerjaan lain selama menunggu mobil derek dateng, dia utak atik HPnya dengan santai. Bahkan imbauan pilot di pengeras suara yang diulang-ulang itu tidak dihiraukannya. Gw paling sebel sama orang kaya gini.

Nyalain HP di pesawat. Nokia E90 no airplane-mode
Sebenarnya apa susahnya sih cuma nahan enggak nyalain HP dulu sampai kita keluar pesawat. Toh kalau emang ada yang penting banget ya bisa sms aja terus matiin lagi HPnya, atau gimana lah. Jangan sampai pilot sengaja ngulangin himbauannya tapi dia masih tetep enggak sadar juga. Huh..
Akhirnya mobil derek pesawat datang juga. Pesawat dibawa ke tempat berhenti yang bukan di terminal, tapi kaya di bagian agak jauh dari terminal, mungkin tempat perbaikan? Setelah itu penumpang semua keluar melalui 1 pintu samping yang tersedia karena kita akan turun dengan menggunakan tangga mobil yang emang cuma ada 1 doang. Karena gw duduk di executive class seat no.3 jadi pastinya sangat dekat dengan kokpit. Begitu kita semua lagi ngantri nunggu keluar, pilotnya keluar dari kokpit dan ngobrol dengan bapak yang tadi nyalain HP itu. Pilotnya meminta maaf karena ada kejadian ini. Kira-kira seperti ini potongan dialognya :
Pilot : “Maaf ya pak agak kasar tadi berhentinya, karena hidroliknya ilang semua”.
Bapak nyalain HP : “Ooh begitu ya ? (Sambil tetep sibuk dengan HPnya…tetep.)
Pilot : “Iya, sebenarnya saya sudah tau hidroliknya bermasalah waktu kita masih di Bali, tapi saya enggak memberi tahu penumpang karena takut akan membuat panik. Dan juga karena saya yakin pasti saya bisa mengatasinya…”
Whatt????
Read the rest of this entry »